Malang, Selasa, 14 Desember 2010 hari dimana ujicoba Arema vs persela dihelat di stadion gajayana malang. Suasana yang cerah di sore itu, perlahan kami menuju Stadion yang berada di tengah kota Malang itu. Dengan senyum khas, canda tawa dan gurauan lepas khas kawan kawan kami menyambut di depan pintu masuk. Kami pun bergegas masuk dan menuju ke sektor selatan stadion Gajayana. Disana sudah terlihat beberapa kawan kami yang sudah datang terlebih dahulu. Dengan saling bersalaman, salam yang menambah keakraban dan rasa persaudaraan yang sangat tinggi di kalangan kami Aremania. Tak lama berselang pemain Arema pun memasuki lapangan, gemuruh suara perkusi, nyanyian dan atraksi Aremania pun semakin lantang.
Beberapa menit kemudian kick off jalanya pertandingan pun dibunyikan. praktis nyanyian dan tabuhan kami di sektor selatan saat itu nampak ramai, dan membuat beberapa orang yg baru datang memilih ikut bernyanyi di sektor selatan. hampir seluruh sektor selatan dengan kompak tanpa kenal lelah bernyani beratraksi di laga ujicoba itu. Ya mungkin terlalu muluk, namun cukup untuk mengobati rasa rindu suasana dimana sektor selatan di era Arema bermarkas di Gajayana begitu attraktif kompak. Kami pun tak menikmati pertandingan uji coba tersebut, yang kami tahu hanyalah bagaimana kami terus bernyanyi menjaga irama bagaimana sektor ini tetap bernyanyi dan beratraksi. Dan sampai tak terasa babak pertama laga ujicoba itu berakhir.
Kick off babak ke dua pun dimulai, dan kami pun tetap mempertahankan suasana yang terjadi di babak pertama tadi. Dimana hampir seluruh sektor selatan ikut bernyanyi dan beratraksi. Dari kejauhan nampak bebrapa orang yg menyalakan flare merah. Ya ternyata itu Sam Jhoelez beserta kawan kawannya MVMNT Arema, tak lama berselang mas Yuli mulai berpindah dan menaiki singgasana sang dirijen. Dengan di selingi gemuruh dari tribun timur, tribun dimana tempat mas Yuli memimpin. Pada saat itu juga semua zona tribun timur seakan bangkit dari kebisuan yang menjadi gemuruh suara Aremania dengan tabuhan perkusi yang sangat mistis ditelingga kami. Praktis yang semula zona selatan gajayana yang semula ramai menjadi mati kutu dibuat sam jhoelez betapa tidak hampir semua Aremania yang semula memenuhi zona selatan berpindah ke zona timur untuk mengamini semua aksi sam Jhoelez, Yupz itu lah kekuatan sang raja, karena bagi kami JHOELEZ tetap IS THE KING. Paruh babak kedua masih berlangsung hampir semua Aremania seisi stadion ikut bernyanyi dan bergoyang untuk mendukung satu nama AREMA. Peluit panjang pun ditiup oleh sang pengadil, yang masih terukir dibenak kami sam
JHOELEZ bagaikan angin kehidupan yang meniupkan semangat ruh Aremania seisi stadion untuk mendukung AREMA.









