Search

Loading...

Friday, March 30, 2012

Galeri Arema vs Persiwa dari Tribun Kanjuruhan

Raihan tiga poin dari kemenangan tipis 2-1 dengan Persiwa sudah cukup untuk menghapus dahaga kemenangan Aremania. Happy ending untuk menutup putaran pertama, semoga lebih baik di putaran kedua.

Ini apa? :)
Giant flag logo Arema
Kana kana halokes? save Arema !!!
Parade big flag
Euforia gol pertama Arema 
Euforia gol ke dua Arema, big flag sampai tribun skor
Arema 2 - 1 Persiwa
Ritual baru musim ini, tp begitu bermakna
Euforia Aremania merayakan kemenangan, masuk lapangan ker 

Galeri Arema vs Persipura dari Tribun Kanjuruhan


Tiga poin gagal kalian raih tapi kami tak surut untuk mendukung kalian dari atas tribu, ayolah singaku bangkit!!!
kami datang, kami dukung, harus nganem !!!
Kanjuruhan sore itu.
Spanduk nawak - nawak U.S.A
Nawak - nawak U.S.A
Siap untuk mendukung Arema
Seorang Aremania membawa bendera The Legend, GETHUK.
Bendera besar dengan gambar logo Arema
Bendera Aremania untuk mendukung Arema
Atraksi lilin Aremania

Tak kenal lelah mendukung Arema

Monday, February 20, 2012

Galeri Arema vs Persija dari Tribun Kanjuruhan

Satu poin yang di dapat Arema saat menjamu Persija tak menyurutkan langkah Aremania untuk tetap mensupport Arema. 
Tribun Skor in Action.
Tiga Poin ae Jes . !
Tribun Skor dg sam Jules nya
Tribun Skor
Kepalan Tangan Menyambut Gol Arema
Gawang lor
Smoke The Jakmania
RF The Jakmania

Iwan Setiawan Puas, Gethuk Minta Maaf


Suasana bertolak belakang sangat terasa dalam konferensi pers yang dilaksanakan setelah pertandingan Arema vs Persija yang dilaksanakan di stadion kanjuruhan malam tadi. Pelatih persija memasuki ruangan dengan sumringah,sementara pelatih Arema, Joko Susilo terlihat sangat kurang bersemangat.

Dalam konferensi persnya, pelatih Iwan Setiawan menilai hasil imbang yang diperoleh oleh Persija di stadion kanjuruhan tersebut sudah maksimal. Ia menyatakan bahwa anak asuhnya bermain maksimal menghadapi perlawanan keras dari Arema. Pelatih yang akrab dengan baju koko ini juga menyatakan bahwa mental pemain berperan penting dalam pertandingan tersebut dan mental anak asuhnya tidak jatuh saat tertinggal oleh gol bunuh diri Precious.

Sedangkan pelatih Joko Susilo hanya menyampaikan bahwa ia bersedih dengan hasil imbang tersebut. 'saya sedih karena tidak mampu mempersembahkan kemenangan melawan Persija, maaf Aremania' ujar pelatih yang gemar memakai topi ini. Namun apapun hasilnya,1 poin dari pertandingan tadi malam harus disyukuri karena itu hasil kerja keras pemain. (Agus/akfb)

Arema vs Persija, Macan Imbangi Singo Edan


Hasil imbang mewarnai laga antara Arema melawan Persija dalam lanjuatan Indonesia Super League. Kanjuruhan hampir dipenuhi Aremania dan The Jakmania yang saling ber adu kreasi untuk mendukung tim kebanggaannya masing masing.

Memburu kemenangan ketiga di kandang, Arema berinisiatif menyerang. Pada menit pertama arema sudah memperoleh peluang melalui tendangan bebas akibat handsball dari ismed sofyan. Namun sayang, tendangannya masih membentur pagar hidup. Peluang berikutnya datang dari fery aman saragih,namun berhasil digagalkan kiper persija,galih sudaryono. Persija berusaha membalas melalui robertino pugliara,tetapi tendangannya berhasil ditepis AK. Di menit 17,arema kembali memperoleh peluang,namun tendangan kerry yudiono terlalu lemah. Akhirnya menit ke 21 gawang persija jebol oleh gol bunuh diri precious yang salah mengantisipasi tendangan bebas fery aman saragih.

Tertinggal 1 gol,persija terus menekan,hasilnya terlihat di menit 30 ketika tendangan bambang pamungkas meluncur deras ke gawang arema tanpa mampu dibendung AK. Menit 36 arema mencoba memperkuat barisan pertahanannya dengan memasukkak nurul maulidi menggantikan kerry yudiono. Tak mau kehilangan angka di kandang sendiri,arema terus menekan dan menghasilkan beberapa peluang melalui agung suprayogi. Sampai babak pertama berakhir,tidak ada gol yang tercipta.

Awal babak kedua bola lebih banyak bergulir di lapangan tengah. Untuk lebih memperkuat lini tengah,pelatih persija,iwan setiawan memasukkan octavianus menggantikan rahmad affandi. Menit 69 persija mendapatkan peluang emas melalui pedro javier,beruntung tandukannya masih menyamping. Arema sempat mengancam gawang persija melalui eksekusi tendangan bebas marcio souza,namun tendangannya berhasil diamankan galih sudaryono. Tidak banyak pelung tercipta di babak kedua ini,sampai peluit akhir ditiup wasit dedi oka permana,kedudukan tetap 1-1. 

Usai pertandingan kedua suporter saling mengeluarkan kreatifitasnya, puluhan red flare terbakar di kanjuruhan, kanjuruhan yang dominan warna biru sontak berwarna merah menyala seakan menandakan nyala semangat suporter untuk tetap mendukung klub kebanggaan meraka. (Agus/akfb)

Friday, February 17, 2012

Arema Kucurkan Bonus Tambahan, PSPS Kecewa Gol Cepat


Sengit 
Pertandingan yang berlangsung menarik antara Arema dan PSPS menghasilkan kekecewaan bagi kubu PSPS. Dalam jumpa pers yang dilakukan setelah pertandingan,kubu PSPS yang diwakili oleh pelatih mundari karya mengatakan bahwa gol arema yang lahir terlalu cepat mempengaruhi mental pemain PSPS,terutama di babak pertama. Masih menurut mundari,dia sengaja memasang 5 gelandang untuk menahan serangan arema. 'saya cukup puas dengan permainan anak - anak tetapi tidak puas dengan hasil akhir yang kami terima' tutup mantan pelatih timnas u-16 ini.


Sementara dari kubu tuan rumah Arema,yang diwakili oleh pelatih joko susilo mengatakan bahwa kemenangan harus disyukuri,tetapi permainan tim masih harus banyak dibenahi.

Sementara,manajemen Arema Menyiapkan bonus khusus untuk kemenangan hari ini yang nilainya satu setengah kali dari biasanya. Disinggung mengenai datangnya kiper timnas,kurnia meiga,manajemen mengatakan bahwa mereka belum tahu apakah meiga akan bergabung arema ISL. Menurut mereka,kedatangan meiga diperkirakan karena sang pemain kangen dengan suasana stadion kanjuruhan. (Agus/akfb)

Libas PSPS, Arema Naik Satu Peringkat


Gol heading Dicky Firasat, setelah berbenturan ini dia terkapar.

Arema memetik kemenangan keduanya dalam lanjutan ISL musim ini. Pada laga yang dilangsungkan di stadion kanjuruhan sore tadi,arema berinisiatif menyrang. Pada menit 7,peluang arif ariyanto,sayang tendangannya melebar,arema kembali menekan melalui tendangan bebas marcio souza,sayang tendangannya mampu diepis oleh kiper PSPS fance hariyanto. Terus ditekan,PSPS mengandalkan serangan balik untuk mengancam gawang srema yang dijaga ahmad kurniawan.

Gawang PSPS akhirnya jebol di menit 21 oleh sundulan dicky firasat yang harus merelakan kepalanya berbenturan oleh pemain PSPS,dedy gusmawan. Akibat benturan tersebut,dicky firasat harus dilarikan ke rumah sakit dan posisinya digantikan agung suprayogi. Ketinggalan 1 gol,PSPS berusaha membalas melalui tendangan bebas patrice nzekou,namun tendangannya masih terlalu lemah. Unggul 1 gol,anak asuh joko susilo terus menekan pertahanan PSPS,namun sayang beberapa peluang melalui agung soprayogi terbuang percuma. PSPS berusaha menambah pemain depan mereka untuk memburu gol,pada menit 33, 2 pemain tengah mereka Ade Suhendra dan April Hadi diganti dengan M. Isnaini dan Zaenal Arief. Namun,sampai babak I berakhir,pergantian tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki babak kedua, PSPS berinisiatif untuk menekan tetapi justru peluang diperoleh Arema melalui agung suprayogi,namun tendangannya masih melebar. Di menit 52 arema menambah keunggulan melalui Arif ariyanto setelah menerima umpan dari solo run marcio souza. Tertinggal 2 gol,PSPS berusaha untuk menyerang,tendangan dari herman dzumafo berhasil ditepis Ahmad Kurniawan dan bola jatuh di kaki M. Isnaini namun tendangannya masih menyamping dar gawang arema. Di menit 56, arema memasukkan khusnul yuli menggantikan kerry yudiono untuk memperkuat lini pertahanan dan mengamankan kedudukan. Arema kembali memperoleh peluang emas melalui agung suprayogi,namun tendangannya masih berhsil ditepis oleh kiper PSPS. Di menit 61,PSPS memperoleh peluang melalui patrice nzekou,namun penampilan gemilang AK dalam debutnya bersama arema berhasil mematahkan peluang-peluang dari PSPS. Joko susilo memasukkan charis yulianto di menit 64 menggantikan waskito sujarwoko untuk memperkuat lini belakang arema. Menit 69 arema sebenarnya mampu mencetak gol melalui marcio souza,sayang gol tersebut dianulir karena telah dianggap offside. Di menit 79 PSPS memperoleh peluang emas melalui tendangan patrice nzekou,namun bola masih membentur tiang. Sampai peluit panjang berbunyi,tidak ada lagi gol yang tercipta. 



Tuesday, January 31, 2012

Arema vs PSAP, Seharusnya Kita Menang...

Dalam lanjutan Liga Super Indonesia, 28 Januari lalu singo edan hanya mampu memetik hasil seri dari tim tamunya PSAP Sigli, tim yang satu tingkat di bawah Arema ini (klasemen sementara .red) nyatanya mampu membuat frustasi lini depan Arema sepanjang pertandingan yang dalam pertandingan ini tidak diperkuat oleh tukang gedor andalanya si Marcio Souza karena akumulasi kartu.
Sepanjang pertandingan praktis kedua tim tampil saling jual beli serangan, walau di awal pertandingan kedua tim tampil terkesan hati hati. PSAP mengawali dengan peluang pertama melalui Abdul faisal namun masih bisa diselamatkan kiper muda jebolan SAD Yoewanto Benny.  Dua menit kemudian ganti Arema membuka peluang melalui Semme Patrick  melalu sundulannya, namun sayang bola masih melambung di atas gawang. Seletah itu dua kali PSAP mendapat peluang masing masing dari Abdul Faisal dan tendangan bebas Kommo. Arema yang merasa tertekan berbalik menyerang melalui Agung Suprayogi menit 31 dan menit 34 oleh Khusnul Yuli yang tendangannya masih melebar. Menit akhir babak pertama Arema memiliki peluang emas melalui Santoni, Santoni yang sudah berhadapan dengan kiper lawan tandukannya yang lemah berhasil diselamatkan.

Babak kedua jalannya pertandingan tak jauh beda dengan babak pertama, Arema melakukan pergantian dengan menarik Agung Suprayogi, FAS, Kery Y dan memasukan Dicky Firasat, Anggo Julian, Nurul Maulidi. Tak banyak peluang emas di babak ke dua untuk Arema, hanya pada menit ke 75 sundulan Santoni masih bisa di tepis kiper PSAP. Sedangkan PSAP beberapa kali sempat membahayakan gawang Arema tapi masih bisa di selamatkan oleh Benny dan kompaknya pertahanan Arema yang di komandoi oleh Charis Yulianto dkk. Sampai peluit akhir di bunyikan skor tetap sama kuat dan tanpa gol. Hasil ini jelas merugikan Arema yang sangat membutuhkan poin kandang dan beberapa kali kehilangan poin di kandang.