Thursday, December 2, 2010

First day in Desember with AKFB

Sore itu di sekretariatan kami, sambil menunggu hujan reda yg sejak siang telah mengguyur Kota Malang. Canda tawa mengiringi kami, ada beberapa kawan yg saling bergurau lewat selentingan/gojlokan pada kawan kami yg sedang menggunakan attribut Arema yg berwarna putih "he rek opo iku, Arema kok hitup, kolem robert ae lek hitup" di ikuti kawan kawan lain tertawa. Di sisi lain beberapa kawan kami bermain kartu dengan gaya khas mereka, permainan yg mungkin tak begitu asik namun bisa membuat suasanya menjadi hidup, anti mati gaya, serta canda tawa lepas.
Waktu sudah menunjukan pukul 2.15 WIB dan kumandang ayat ayat suci terdengar dari masjid dekat markas kami. Beberapa kawan kami pun mulai berdatangan, tak lama hujan pun mereda hanya gerimis kecil yg tak mampu menyurutkan langkah kami untuk mendukung tim kebanggaan kami Arema meski hanya berlabel ujicoba. Kami pun berangkat, motor yg tadinya terparkir rapi di depan markas kami pun satu persatu kami pindah ke dalam markas kami. Dengan pick up milik salah seorang kawan kami berangkat, sambil bernyanyi nyanyi di sepanjang perjalanan. Menyanyikan lagu ketidaksukaan dengar rival abadi kami serta tim sekota kami yg hanya bisa hidup dari uang rakyat.
Tak lama perjalanan dari sekretariatan kami menuju Gajayana. Tampak beberapa orang berattribut merah Deltamania yg juga hadir di gajayana untuk mensupport timnya. Kami pun masuk ke Gajayana, tampak stadion ini sudah ramai dipadati ribuan Aremania dan seribuan Deltamania. Kami pun bergegas memasang alat musik yg kami bawa memang tak biasanya kami berada di tempat itu, karena tempat yg biasanya kami ada sedang ditempati oleh suporter tim tamu.
Hujan pun akhirnya turun, meski tak deras namun cukup membuat tubuh kami basah kuyup. Tak lama berselang 2 tim yg akan bertanding dalam tajuk ujicoba memasuki lapangan. Gemuruh suasanya stadion pun semakin keras, nyanyian salam satu jiwa dari Aremania berkumandang, aksi gerakan gerakan tangan pun terlihat kompak meski hujan terus mengguyur kota Malang. Tak lama berselang gemuruh ini terdiam berkat gol dari Deltras, 1 - 0 Detras memimpin atas Arema. Aremania pun seperti tersentak mereka semakin lantang menyanyikan lagu "ayo ayo Arema sore ini kita harus menang", meskipun bertajuk ujicoba namun tak menyurukan langkah Aremania untuk menudukung tim yg kami banggakan. Dan akhirnya gol itupun datang juga, gol yg dicetak oleh pemain muda jebolan Arema u-21, kedudukan berubah sama kuat 1-1 sampai penghujung babak pertama.
Di babak saya coba untuk berpindah ke sisi utara gajayana, mencoba menikmati suasana yg sepi. Ada yg menarik disana, terpampang dengan jelas spanduk AREMANIA SURABAYA. Ya, surabaya adalah kota rival abadi kita. Dan babak kedua pun dimulai, sambil memesan kopi di pedagang yg berjualan kami pun menikmati pertandingan di babak kedua. Gol kemenangan itupun akhirnya datang dan lagi lagi dia pemain muda hasil binaan sendiri Sunarto kembali mencetak gol ke-2 nya. Sebuah pembuktian seorang calon bintang muda. Kami pun sempat asik melihat aksi Deltamania yg dengan aksi aksinya di sektor selatan, dengan lagu lagu hujatan kepada bonek serta atraksi atraksi yg cukup membuat Aremania memberi aplous kepada mereka. Kembali ke lapangan beberapa kali Arema menggempur Deltras yg sudah 3 kali mengganti kipernya. Alhasil CR9 menutup laga dengan skor 3-1 untuk kemenangan Arema.
Setelah pertandingan kami berkumpu di luar stadion sambil menuggu kawan kami berkupul semuanya. Tak lama berselang rombongan Deltamania pulang dengan bersama sama dengan menggunakan mobil, mobil pick up, dan banyak sepeda motor. Mereka meneriakan terima kasih terima kasih Aremania.
Memang bukan hanya hasil saja yg kami lihat, sebuah perjuangan, kebahagian, pembuktian, persaudaraan, dll. Yang dapat kami rasakan hari itu. Hari hari yg akan selalu terulang ketika tim kebangaan kami Arema bertanding. Salam Satu Jiwa

Monday, November 29, 2010

Streaming ISL on ANTV

Gawe dulur dulur sing di luar negeri atau yg gak bisa nangkap sinyal antv, saiki wes osi streaming antv di blog AKFB. enjoy with us. =)






Tuesday, November 23, 2010

Testimoni Anggota AKFB

Ini mungkin bukan tulisan atau karangan yang indah untuk sebuah artikel, tp mungkin ini juga perwakilan dari suara hati, pesan, atau testimoni aggota AKFB. kenapa kami bisa bergabung di AKFB, bersaudara disini. Mari kita simak beberapa alasan dulur dulur ini, mungkin ada beberapa yg lucu, tp serius, dll.

Roy Takahara Novianto "saya ikut akfb sih awalnya cmn coba" ..tapi knapa saya tetap ada di akfb ? disini saya merasakan persaudaraan yang kuat, tidak ada kemunafikan dan tanpa pamrih. 1 lg..karna kita benar" menerapkan kata" bapak kita sam ikul...arema tidak hanya sepak bola....tapi salah satunya adalah... PERSAUDARAAN. saya sudah knyang bergaul di komunitas yang hanya baik pd teman saat ada maunya (munafik)tapi saya tdk mnemukan ini di aremania n akfb adlh bgian dari aremania"

Didik Adi Susanto "DA = SAVE AREMA ,, Ikhlas Tanpa Paksa.."

Secangkir Agik "Saya Ingin Belajar Jadi Aremania yang bener2 AREMA. AKFB Tempatnya. Sempet minder e... Uduk wong asli Malang. Lha tp Penduduk FB. Asli a... Pe De ae..
Ibarat Toko... Toserba. Lengkap!!! Beda rumah, beda budaya, tp punya persaudaraan yg kental, Mandiri, saling mengingatkan, saling menjaga, 7 an sama..."

Anonim "saya CINTA AREMA"

Bagoez ScooterLovers "persaudaraan yg kuat d AKFB jd alasan utama saya...d AKFB bukan lg sy anggap teman,tp saudara."

CintaPutih Tegar Aremanitagoldenwaterborn "Akfb realisasi dari dunia maya ke dunia nyata yg menampung aspirasi dan ekspresi kecintaan Aremania/nita kepada Team kesayangan AREMA dan disalurkan secara terorganisir dgn tindakan yg nyata untuk mendukung AREMA. and ayas wes pernah ikut bersama mereka sblm join baik di stadion Kanjuruhan maupun pas acara kegiatan lain yg ditujukan utk AREMA. Benar2 kreatif dan nyata. I like it n perlu diteladani. "

Ija Uyab " SAYA cinta AREMA ... dan saya CINTA kalian semua ...
AKFB itu rumah Q dan disitu terdapat KELUARGA yang mengalir darah yang sama dengan Q ... darah yang mengalir di setiap sel-sel tubuh untuk AREMA ..."

Mungkin itu sedikit dari beberapa anggota yg admin survey secara random dan yg mau berbicara, semoga menginspirasi kita semua. Salam Satu Jiwa AREMA

Sejarah Aremania

Arema dan Arema Fans Club
PS Arema didirikan pada tanggal 11 Agustus 1987 oleh H. Acub Zaenal dan Ir. Lucky Zaenal. Dari awalnya Arema klub swasta. Pada waktu Arema berdiri Liga Indonesia dibagi dua: liga untuk klub semi-profesional bernama Galatama dan Liga klub Perserikatan. Klub-klub Perserikatan tergantung pada pemerintah daerah untuk dana. Sementara klub Galatama tergantung pada sponsor swasta. Walaupun Arema belum pernah juara selama zaman Ligina, Arema juara Galatama pada tahun 1993. Pada tahun 1994 klub semi-profesional digabungkan dengan klub Perserikatan untuk menjadi Ligina.

Pada tahun 1988 yayasan Arema Fans Club (AFC) berdiri. Ketua pertamanya adalah Ir. Lucky Zaenal. Pada awalnya ada 13 korwil. Setiap korwil adalah pengurus hal suporter Arema di sebuah kampung atau daerah di Malang.


Di artikel “Aremania Junjung Sportivitas” diterbitkan di Bestari, no.156, 2001 diceritakan bahwa menurut suporter Arema, AFC itu sangat individual, yaitu berkaitan dengan hubungan antara suporter dengan suporter lain. Akibatnya AFC terhadap kesulitan mendorong kerukunan suporter. AFC pernah dianggap sebagai yayasan yang terlalu ekslusif maupun kelas menengah untuk diterima oleh kebanyakan suporter Arema.

Sekitar tahun 1994 AFC dibubarkan. Menurut Lucky Zaenal itu karena banyak kesibukan dan soal generasi. Walaupun keadaan tokoh-tokoh AFC pasti mempengaruhi keruntuhan AFC, harus ditanyakan mengapa AFC tidak diteruskan oleh kelompok atau orang baru. Mungin itu tidak terjadi karena sudah jelas bahwa AFC tidak didukung oleh suporter. Barangkali tokoh-tokoh AFC sadar pada fakta itu. Makanya mantan-tokoh AFC langsung terlibat dalam proses mengembangkan nama dan simbol yang akan mempersatukan suporter. Memang tidak semua inisiatif AFC gagal. Harus diingatkan bahwa dengan AFC mulai sistem organisasi suporter yang berdasarkan pada korwil. Korwil-korwil tidak hilang dengan kematian AFC tetapi jumlahnya bertambah. Di samping itu AFC berdiri dalam konteks keras yaitu pada waktu geng-geng pemuda Malang merupakan para suporter Arema.

Brutalisme ke Hooliganisme
Ada dua istilah yang dipakai untuk menggambarkan suporter yang tidak sportif dan membuat kerusuhan: suporter brutal dan hooligan. Artinya dua istilah hampir sama. Perbedaan antara dua istilah itu hanya soal konteks. Istilah hooligan itu berasal di luar konteks Indonesia dan bersifat perbandingan. Istilah suporter brutal lebih sering dipakai dalam konteks Indonesia. Hooligan sama dengan suporter brutal karena yang jelas kegiatannya berdasarkan pada egoisme buruk. Seorang hooligan mau membuat kerusuhan dan kekerasan untuk membesarkan egonya. Seorang hooligan tidak ikut pertandingan untuk menikmati sepak bola tetapi untuk membuat kericuhan. Seorang Hooligan adalah musuh perkembangan sepak bola apalagi komunitas suporter murni. Akhirnya kalau memakai contoh suporter brutal Arema kelihatannya perbedaan antara dua istilah hanya soal konteks.

Suporter Arema menjadi terkenal atas brutalisme antara waktu Arema berdiri dan pertengahan tahun 1990-an. Ada kekerasan antara suporter walaupun Arema menang atau kalah. Pada waktu itu beberapa geng pemuda merupakan para suporter Arema. Setiap kampung memiliki geng sendiri. Yang berikutnya adalah daftar nama geng-geng Malang sama tempat asalnya kalau ada.

Nama Geng Tempat Asal
Aregrek Sekitar Jl. Basuki Rachmat
Arnak (Armada Nakal) Sukun
Anker (Anak Keras) Jodipan
Argom (Armada Gombal) Kidul Dalem
Arpanja (Arek Panjaitan) Betek
Fanhalen (Federasi Anak Nakal Halangan) Claket
SAS (Sarang Anak Setan)
Geng Inggris Kasin Jrot
Ermera
Saga (Sumbersari Anak Ganas)

Geng-geng ini membuat suasana menakutkan di stadion. Tempat pertandingan menjadi kesempatan untuk geng-geng tersebut membuktikan siapa yang paling keras. Persaingan keras antara geng-geng terjadi walaupun semuanya medukung Arema. Jadi semua upaya untuk membuat suporter Arema rukun dan kompak dihalangi. Tawuran terjadi antara suporter Malang dan suporter dari luar tetapi juga di antara para suporter Arema sendiri. Bentrokan tidak terjadi karena provokasi tetapi disebab oleh suasana brutalisme ditimbulkan suporter Malang. Masih diingatkan oleh suporter Arema (dengan malu) bahwa suporter Malang brutal sebelum suporter Surabaya menjadi brutal. Akhinrya, waktu antara 1987 dan pertengahan tahun 1990-an suporter Arema membuktikan bahwa mereka bisa mengimbangi egoisme Hooligan Inggris. Suporter Malang menjadi terkenal sebagai Hooligan Indonesia. Sering selama akhir 1980-an dan awal 1990-an sering ada tawuran antara suporter Surabaya dan Malang. Sayangnya persaingan keras itu antara Bonek dan suporter Arema sulit dibatasi. Di Surabaya orang dari Malang diganggu dan kendaraan yang berplat N (plat Malang) dirusak.

Sementara di Malang kendaraan yang berplat L (plat Surabaya) mengalami hal yang serupa. Pada tahun 1992 ada semacam `sweeping’ menghadapi orang yang berKTP Surabaya. Polisi terpaksa melakukan operasi untuk menghentikan aski brutal itu. Akhirnya permusuhan berkembang antara orang kedua kota Jawa Timur tersebut melainkan antara suporter saja. Lagipula Bonek nama suporter Surabaya menjadi istilah berarti hooligan Indonesia. Jadi kata bonek yaitu yang tidak pakai huruf besar artinya hooligan walaupun Bonek itu berarti suporter Surabaya. Karena persaingan keras itu sering Aremania dan Bonek dianggap sama saja. Khususnya di luar Malang banyak orang yang bersikap bahwa Aremania adalah bonek juga. Banyak orang tidak membedakan antaranya. Selama tahun-tahun itu masyarakat Malang tutup jendela dan mengunci pintu kalau ada pertandingan Arema. Sekarang suporter Arema telah benar-benar maju tetapi terhadap peringatan masyarakat yang menganggap bahwa mereka masih brutal.
Aremania di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen

Aremania muncul
Pada pertengahan tahun 1990-an geng-geng Malang mulai luntur. Sementara itu istilah Aremania muncul sebagai nama para suporter Arema. Sebetulnya dua fenomena tersebut merupakan perubahan total dalam budaya pemuda Malang yang dikatalisasikan oleh beberapa tokoh. Di artikel `Aremania Mengukir Sejarah Baru’ diterbitkan di Bestari, no. 156, 2001 Gus Nul mantan pelatih Arema menceritakan bahwa walaupun kurang jelas dari mana istilah Aremania itu muncul, nama itu mempersatukan suporter Arema. Secara psichologis persamaan dasar antara Arema dan Aremania membuat suporter merasa bersatu. Kata Aremania bisa dibagi Arema dan Mania. Aremania itu muncul secara spontan dari suporter Malang yang mulai bosan dengan perkelahian geng-geng tersebut. Ada beberapa alasan untuk perubahan itu. Pertama-tama geng-geng mulai luntur karena soal generasi. Anggota geng walaupun masih muda selama akhir 1980-an, di pertengahan 1990-an lebih dewasa. Karena sudah lumayan tua mulai bosan dengan kegiatan geng.

Di samping itu, pada 1994 Ligina yang pertama dimulai dan PSSI mulai mendorong sepak bola Indonesia menjadi lebih profesional. Pemain asing mulai main untuk klub Indonesia. Itu termasuk upaya untuk menaikkan kualitas liga sepak bola. Pemain asing pernah main untuk Arema. Pernah ada pemain dari Afrika, Amerika Selatan, Korea Selatan dan juga Australia. Dari semua ini yang paling terkenal ada pemain dari Negara Chile bernama Rodriguez `Paco’ Rubio. Sekarang menurut suporter Malang dia semacam pahlawan sepak bola Arema. `Paco’ Rubio menembus gol lawan selama putaran Delapan Besar Ligina VI. Di samping itu, selama Ligina VII ada pemain dari Afrika namanya Frank Bob Manuel yang dengan sayang dipanggil `Bobby’ (selama Ligina VIII main untuk klub perserikatan Malang Persema). Selama Ligina VIII Jaime Rojas (mantan pemain Persema) juga berasal dari Chile masuk klub.

Dengan berupaya ke profesionalisme suporter mulai lebih tertarik pada permainan khususnya karena impor pemain luar negeri. Juga ada pemain lokal yang menjadi bintang. Misalnya Ahmad Junaedi selama Ligina VI tetapi setelah itu dia pindah ke Persebaya dan menjadi musuh suporter fanatik. Akhirnya mau kembali ke Arema dia ditolak oleh pengurus Arema. Daripada membeli Junaedi lagi mereka memilih mendidik pemain muda berasal dari Jawa Tengah bernama Johan Prasetyo. Johan Prasetyo telah menjadi bintang Aremaa. Selain Prasetyo ada Aji Santoso, pemain yang berpengalaman itu pernah main untuk timnas Indonesia. Karirnya setelah di Arema ke Persebaya dan kemudian ke PSM Makassar. Akhirnya main untuk Persema sebelum main di Arema lagi.

Dengan impor pemain asing dan perhatian pada pemain profesional orang Indonesia, yang berkembang antara para suporter Indonesia adalah minat pada sepak bola bukan fanatisme terhadap klub saja. Di artikel `Suporter Bergeser Jadi Football Minded’ diterbitkan di Jawa Pos 9 Maret 2002 perubahan sikap suporter digambarkan. Ternyata bahwa para penonton mulai memilih menonton pertandingan menurut suguhan kualitas sepak bolanya. Yaitu penonton mulai memilih pertandingan dengan lawan kualitas sepak bola tinggi. Barangkali suporter Indonesia dipengaruhi tayangan sepak bola dari luar negeri. Suporter mulai menuntut kualitas dari sepak bola Liga Indonesia.

Di samping itu perubahan suporter Malang didorong beberapa tokoh perintis Aremania. Sebenarnya munculnya generasi geng dapat dicegah karena upaya tokoh Aremania. Di artikel `Aremania Sebuah Gerakan Rakyat’ diterbitkan di Kompas, 1 April 2002 diceritakan bahwa suporter didorong oleh tokoh seperti Ovan Tobing, Lucky Zaenal, Iwan Kurniawan, Eko Subekti dan Leo Kailolo untuk menjadi suporter bersatu dan sportif. Pasti mereka sadar bahwa suporter brutal akan merugikan PS Arema, dan kalau klub Arema akan berusaha ke profesionalisme seharusnya suporter juga. Tokoh yang tersebut membantu membangun simbol klub Arema yang telah menjadi simbol suporter juga. Di artikel `Aremania junjung sportivitas’ diterbitkan di Bestari, no 156 2001 bahwa tokoh perintis ini mengusulkan Aremania dijuluki `Macan Putih’ atau `Singa Putih’ karena Arema berdiri pada 11 Agustus yang termasuk zodiak Leo. Kemudian secara spontan ada orang antaranya yang teriak `edan’. Mungkin itu mucul dari bagian belakang istilah Aremania yaitu `mania’. Kata `mania’ berarti edan.

Dari latar belakang nama Aremania dan simbol Singo Edan semacam bahasa Malang berkembang. Kata-kata bahasa Indonesia dan bahasa Jawa terbalik merupakan bahasa Malang atau fenomena Ngalamania. Misalnya Singo Edan menjadi Ongis Nade dan Orang Malang menjadi Genaro Ngalam. Di samping itu arek-arek Malang menjadi Kera-kera Ngalam. Surat kabar Radar Malang itu Jawa Pos-nya Kera Ngalam. Sekitar pertengahan tahun 1990-an suporter Arema mulai berubah. Citra negatif terhadap suporter Arema ada sampai sekarang tetapi selama beberapa tahun yang lalu Aremania pernah diakui sebagai suporter Indonesia terbaik.

Pada waktu ribuan suporter ke Jakarta untuk putaran Delapan Besar Ligina VI Ketua Umum PSSI Agum Gumelar terkesan oleh penampilan suporter Arema di Stadion Senayan. Dia mengakui Aremania sebagai suporter kreatif, sportif dan atraktif. Di samping itu PSSI pernah mengundang Yuli Sugianto (dirigen suporter Arema) untuk mewakili suporter Indonesia. Selama Ligina VII sering diakui oleh suporter klub lain sebagai guru suporter lain. Pada Januari tahun 2001 di Tangerang, suporter mengucapkan selamat datang kepada Aremania dan sesudah ada insiden lemparan terhadap Aremania mereka mengucapkan termima kasih karena Aremania tidak terpancing oleh oknum provokator Tangerang. Pada Juli tahun itu diakui oleh suporter Solo sebagai `guru hebat’.

Lagipula kemajuan Aremania mempengaruhi keadaan di Malang. Selama waktu krismon, Malang tenang walaupun dimana-mana di Jawa telah kacau. Itu karena pemuda Malang telah merasa bersatu sebagai Aremania dan tidak ingin membuat kerusuhan di kotanya. Katanya ada suporter Solo yang mengirim sepasang bh dan celana dalam perempuan ke Aremania agar mengucapkan Aremania para penakut. Namun Aremania tidak mudah dipancing. Yang jelas dalam lingkungan suporter sepak bola telah dianggap maju dari masa dulunya. Lagipula mereka dianggap perintis suporter di Indonesia. Namun proses ini mulai lebih dari 5 tahun yang lalu dan Aremania sampai tahun 2001 berjuang untuk menghapus sisa-sisa brutalisme.

Sisa-sia Brutalisme
Aremania tidak langsung berhasil dalam perjuangan untuk menghapus citra suporter brutal. Sampai tahun 1999 ada bentrokan antara suporter di Malang tetapi khususnya dengan Bonek. Keadaan kacau hampir tidak bisa dicegah aparat keamanan. Persaingan keras antara suporter Malang dan Surabaya terjadi selama ada kesempatan Arema melawan Persebaya. Akibatnya di Malang suporter Surabaya harus dilarang masuk Malang supaya mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Pengurus Arema pernah minta pertandingan Arema versus Persebaya diadakan di luar Malang agar tidak ada tawuran. Namun ini diprotes Aremania yang menuntut bahwa pertandingan Arema tetap milik masyarakat Malang. Namun tahun-tahun tersebut harus dibedakan dari zaman geng-geng. Mungkin tahun-tahun yang berikut kelunturan geng-geng Malang bisa dianggap sebagai waktu peralihan. Sampai tahun 2001 ada insiden yang terjadi di luar Malang. Salah satu contoh konflik antara suporter Malang dan Surabaya adalah tragedi Sidoarjo yang terjadi pada bulan Mei tahun 2001.

Tragedi Sidoarjo
Pada Ligina VII Aremania mendukung tim kesayangannya di pertandingan away. Arema melawan Gelora Putra Delta (GPD) di Sidoarjo. Soalnya tiga kelompok suporter mucul di stadion Delta: Deltamania, Aremania dan Bonek. Karena jarak antara Surabaya dan Sidoarjo jumlah sedikit suporter Surabaya datang untuk menjenkelkan suporter Arema. Tiga kelompok ini dibagi supaya tidak ada bentrokan. Aremani menempati sektor utara sementara Bonek dan Deltamania ada di tribun VIP. Pertama-tama sebelum pertandingan mulai sekitar jam 14. 15 ada lemparan batu dari luar stadion. Dua suporter Arema terluka dan Aremania menuntut bahwa tempat di luar stadion khususnya sekitar sektor utara diamankan. Di samping itu Aremania dimarahkan kabar bahwa dua mobil Aremania dirusak. Pada jam 15.10 lemparan batu antara sektor utara dan tribun timur mulai. Polisi terhadap kesulitan membatasi lemparan karena Bonek dapat sumber batu dari luar stadion.

Pada jam 16.00 pertandingan sepak bola dimulai. Pada jam 16.20 aparat keamanan megeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan lemparan. Pada menit ke-29 pertandingan harus dihentikan karena suporter masuk lapangan dan kerusuhan mulai terjadi di luar stadion. Aremania harus dievakuasi oleh aparat keamanan. Akhirnya 15 orang terluka, 7 mobil dan 2 sepeda motor dirusak. Juga stadion Delta dihancur dari aksi lemparan dan bentrokan yang berikutnya. Reaksi Aremania penuh dengan kesedihan terhadap tragedi Sidoarjo. Para suporter Arema merasa mereka salah dipersalahkan untuk tragedi Sidoarjo walaupun Bonek adalah provokator. Pak Marheis salah satu korwil Aremania yang dianggap oleh sebagian suporter sebagai tokoh yang memperbolehkan ketertiban antara korwil-korwil tidak bisa menahan tangisnya setelah insiden Sidoarjo.

Ovan Tobing seorang perintis Aremania setelah tragedi itu berpendapat bahwa tragedi di Sidoarjo merupakan pelajaran untuk PSSI. Pada waktu Arema main di Malang Aremania membawa spanduk yang protes disalah untuk kejadian di Sidoarjo. Sayangnya bahwa insiden seperti itu menegaskan citra Aremania sebagai suporter brutal karena dalam insiden itu Aremania sebetulnya di kedudukan sulit. Pertama-tama mereka dilempari dari luar stadion. Lagipula mereka terhadap Bonek yang siap dengan sumber batu dari luar stadion.

Aremania diserang di Jogja: Selain masalah Bonek ada kelompok lain yang iri pada Aremania jadi mencoba memancingnya. Pada bulan Oktober tahun 2001 Aremania diundang ke pertadingan di Jogjakarta. Di Jogja Aremania diserang. Seperti di Sidoarjo ada lemparan batu dari luar stadion. Aremania terpaksa masuk lapangan untuk menghindari lemparan dari luar stadion. Pertandingan dihentikan dan harus dimain hari berikutnya di tempat yang dirahasiakan. Slemania, para suporter Jogja pada umumnya sangat malu pada penyerangan itu. Mereka mulai menyanyi dengan gaya Aremania:

“Maaf?maaf?maaf Aremania
Maafkan kami atas kejadian ini”

Pada umumnya ada persahabatan antara Aremania dan para suporter lain tetapi kadang-kadang ada oknum kelompok yang mencoba memancing Aremania. Dan jarang Aremania terpancing dengan mudah. Selama Ligina VIII tidak ada masalah bentrokan kalau suporter lain datang ke Malang. Aremania membuktikan bahwa telah sportif. Suporter apalagi pemain saja butuh sportivitas.

Setelah kejadian seperti di Jogja Aremania janji mereka tidak akan membalas dendam kalau suporter Sleman datang ke Malang. Korwil Cilewung juga mendorong Aremania untuk tidak membalas dendam Bonek. Dia sadar bahwa kalau membalas dendam pasti tidak akan dibedakan dari Bonek. Harus diakui walaupun lama berjuang dengan sisa-sisa brutalisme Aremania telah agak berhasil dalam tugasnya.

Suporter Arema bersemangat kepada tim kesayangannya tetapi juga kepada negara Republik Indonesia. Dengan kompak suporter Arema sebelum permulaian pertandingan menyanyi lagu nasionalis `Padamu Negeri’. Lagu itu dinyanyi suporter dengan bangga. Nasionalisme merupakan salah satu aspek dasar suporter Arema.

Aremania di Jepang bersama suporter Kawasaki Frontale

Aremania mendukung Arema tetapi akhirnya semua maupun suporter tim lawan bersaudara. Malang aman karena persaudaraan itu. Lagipula Malang lepas daripada masalah pertentangan kesukuan atau konflik agama yang timbul di mana-mana di Indonesia. Aremania berpendapat bahwa kalau Malang bisa begitu rukun, mengapa negara Indonesia belum bisa seperti itu? Yang jelas persatuan Aremania muncul secara alami dan karena itu ada sikap positif terhadap persatuan negara Indonesia.

Friday, October 29, 2010

ANTARA BIRU dan MERAH-PUTIH

Ayunan bandul zaman itu berayun kiri dan kanan tanpa henti disaksikan semua pasang mata anak manusia yang menjadi saksi hidup bergulirnya roda zaman. Sudah 82 tahun sejak saat itu, yaitu saat dimana pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk mengikrarkan sumpah mereka yang menyatu dalam balutan semangat merah putih. Ikrar mereka untuk bumi pertiwi tersebut berbunyi Pertama :KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA. Kedua : KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA. Ketiga :KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.Ketiga sumpah yang diikrarkan tersebut akan menjadi bagian dari hiasan mozaik zamrud khatulistiwa yang akan disaksikan oleh anak cucu kita kelak.


Banyak hal yang telah terjadi sejak saat itu berbagai geliat api muda diseluruh nusantara bergelora untuk menunjukkan bahwa pemuda masih ada dan bisa berbuat apa yang bisa mereka lakukan. Malang salah satunya, dikota ini lahir beragam pemuda dan pemudi yang kelak akan menjadi salah satu catatan perjuangan di buku perjuangan nama anak bangsa yang mengharumkan bangsa. Di kota ini terdapat satu ciri khas pemuda-pemudinya LUGAS apa adanya, itulah salah satu ciri khas pemuda malang. Banyak dari mereka yang telah mengarumkan negeri ini. Ambil salah satu contohnya. Sam anto baret dengan musik jalanannya yang terus berkiprah dan berkreasi di ibukota jakarta, Diva indonesia mbak krisdyanti dan yang paling fenomenal adalah perjuangan para kesatria biru Aremania untuk tim kebanggaan mereka yang telah menjadi rujukan semua supporter di Indonesia.


Sudah hampir seperempat abad kurang dua tahun Arema berdiri selisih 69 tahun dari perjuangan pemuda & pemudi Indonesia yang telah mengikrarkan sumpah merah-putih mereka. Lain halnya dengan Aremania mereka tak terikat sumpah atau semacamnya, mereka ada dengan rasa kebersamaan yang lahir begitu saja tak ada pemimpin maupun pemuka, mereka ada hanya untuk satu tujuan, satu kata dan satu jiwa AREMA. Kata orang ini adalah sinonim kata dengan chauvinisme yaitu paham nasionalime yang sempit yang berkutat di Malang saja. Akan tetapi kami Aremania memaknai cinta biru kami kepada AREMA bukan hanya dari sisi kebanggaan semata, kami cinta AREMA sebagai langkah awal kami sebagai generasi merah-putih untuk megharumkan nama bangsa. Kami mengharumkan nama bangsa dengan cara kami sendiri, yang jelas kami akan selalu berkreasi, berkontribusi nyata, berteriak, dan menarikan tarian mistis kami untuk AREMA. Biar semua pasang mata di penjuru dunia ini melihat kami Aremania yang menjadi catatan perjuangan biru AREMA yang tak lain dan tak bukan merupakan lembar-lembar buku perjuangan merah-putih yang kami dedikasikan untuk negeri yang sedang kehilangan jati dirinya ini. Kami memberikan warna pada jati diri kami sendiri, karena warna biru kami tak sama dengan biru kepunyaan manapun, Hijau rerumputan dan pepohonan kota kami bukan hijau sampah ibukota jawa timur. Kami punya makna tersendiri untuk memaknai sesuatu hal tapi yang jelassalam kami salam satu jiwa hanya untuk AREMA-INDONESIA(dr.Aremania.Sp.PD)



Tuesday, June 29, 2010

Bahasa Asli Arek Malang, Yang Merupakan Salah Satu Ciri Khas dan Kebanggaan Kota Malang

Salam Satu Jiwa. Arek-arek Malang (AREMA).

Dengan segala apresiasi dan pemahaman yang berbeda tentang osob malangan, ayas sing termasuk generasi rodok kewut (STW) merasa harus mengucapkan nowus nang nawak-nawak amoes/hebak. Paling tidak nawak-nawak ewud/unyap kepedulian terhadap perkembangan osob malangan sing paling nes/kipa sak ndunyo iki, soale selain osob malangan memiliki karakteristik yang sangat khusus dan langka serta tidak mempunyai pakem atau pola tertentu sebagaimana umumnya bahasa prokem. Kalau toh harus “membalik kosakata” ada syarat yang tidak tertulis tetapi sudah menjadi semacam kesepakatan sosial bahwa bahasa malangan tidak bisa sekedar dibalik, tetapi pembalikan itu harus memiliki nilai estetika – setidak-tidaknya enak didengar di telinga --,dan harus dapat diterima oleh mayoritas komunitas masyarakat Malang yang banyak memiliki daerah-daerah slenk, misalnya: Slengk Celaket, Slenk Kayutangan, slenk Sawahan, Slenk Tanjung, Slenk Kasin, Sleng sekitar Pasar Besar, Slenk Mergosono, Slenk Polehan, Slenk Jodipan, Slenk Bunul, dan masih banyak lagi slenk-slenk lainnya yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Batu yang sekarang kita kenal dengan Malang Raya.

Secara psikologis dan sosiologis, bahasa slenk (bukan bahasa walikan) Malangan mampu menyatukan jiwa dan semangat kera-kera ngalam baik yang ada di Malang maupun yang ada di perantauan, baik yang lahir di Malang maupun yang lahir di perantauan (diluar Malang). Salah satu sepesifikasi karakteristik boso malangan sering menjadi pemersatu dan menghilangkan segala permusuhan, terutama ketika sedang sama-sama berada perantauan, boso malangan bisa menjadi perekat persaudaraan, dan sudah seperti arades sendiri.

Dengan adanya karakteristik boso malangan yang demikian itulah mengapa “organisasi” tanpa bentuk yang bernama AREMA ini bisa berkembang sepanjang masa dan Arema berada di mana-mana serta selalu solid terutama dalam hal rasa persaudaraan. Ketika menyebut AREMA secara psikologis ada perasaan heroisme di dalam dada arek-arek Malang, sehingga mendorong adanya perasaan satu jiwa, satu nasib, satu tujuan, yang kemudian terjalin suatu persaudaraan secara ihlas. Semua itu berkas adanya bahasa pemersatu yaitu Boso Malangan yang kosakatanya banyak terbentuk dan lahir dari slenk-slenk yang ada di Malang Raya.

Kita pernah mendengar kata PUSURA (Putra Surabaya), tetapi gagal membentuk sebuah komunitas besar yang membumi dan meluas serta melewati batas-batas geografi, strata sosial, dan etnis, karena kelemahannya adalah Pusura tidak memiliki bahasa pemersatu sebagaimana yang terjadi pada Arek-arek Malang dengan bahasa slenk malangannya.
Satu lagi yang harus dipahami oleh nawak2 hebak, bahasa slenk Malangan sudah sangat populer pada awal tahun 1960-an. Pada saat saya masih kelas 1 SD Tahun 1966, saya sudah mulai diajari oleh kakak-kakak saya tentang bahasa slenk malangan, dan pada saat kelas 4 SD kami sudah sangat biasa dan akrab dalam berkomunikasi menggunakan bahasa slenk malangan. Jadi sangat tidak tepat jika bahasa slenk malangan ini dikatakan baru popoler pada tahun 1980-an, terutama yang beranggapan sejak adanya klub sepakbola Arema.

Jauh sebelum Klub Sepakbola Arema lahir, nama AREMA dan Bahasa Slenk Malangannya sudah menyebar di seantero Indonesia. Adalah karena kepiwaian Sang Jendral, panggilan populer dari bapak Acub Zaenal, ebes-e Sam Ikul memakai nama AREMA untuk dijadikan nama Klub Sepakbola yang sekarang kita kenal dengan nama AREMA INDONESIA. Sang Jendral sangat memahami karakteristik Arek-arek Malang sehingga dia dengan sangat yakin Klub Sepakbola yang diberi nama AREMA akan menjadi besar. Keyakinan Sang Jendral ternyata benar dan tepat. Oleh karena itu kita harus angkat topi dan menaruh hormat serta tetap menghargai jasa-jasa Sang Jendral dengan keluarganya, lepas dari segala plus-minusnya. Jangan pernah lupakan itu, bila kita memang benar-benar arek-arek Malang.

Sekarang kembali ke topik tentang boso slenk malangan yang tidak sama dengan boso walikan. Terlebih dahulu perlu ayas tegaskan bahwa apa yang ayas tulis ini bukanlah kebenaran mutlak, masih perlu banyak kritik dan sangat terbuka untuk dikritik. Namun demikian setidak-tidaknya inilah sing osi ayas sumbangno tentang boso slenk malangan untuk menjaga supaya boso malangan tetap sebagai bahasa yang memiliki krakteristik tersendiri, dinamis dan progresif, serta spesifik agar tidak mengalami polarisasi yang dapat merusak boso malangan, yang banyak orang senang sekaligus ngiri itu.
Nowus buat arif nerazzuri, umak meleg nglurusno kesalahkaprahan nawak-nawak sing ngiro osob malangan iku osob kiwalan atau sing ngiro asal-usule osob malangan iku asline osob walikan kemudian mengalami perubahan. ayas tegaskan boso malangan kadit….. sekali lagi...... kadit odop dengan boso walikan baik sekarang maupun awal sejarahnya dulu. Memang sebagaian besar bahasa malangan banyak berupa bahasa walikan, bahasa ini lebih banyak diadobsi dari slenk sekitar Pasar Besar sebagai cikal bakal munculnya boso walikan. Biarkan bahasa walikan tetap menjadi bahasa slenk sekitar Pasar Besar, hanya bahasa-bahasa walikan yang telah diterima dan digunakan secara luas oleh komunitas arek-arek Malang yang bisa dikatakan sebagai bahasa malangan, selebihnya biar tetap menjadi bahasa slenk masing-masing.

Bahasa Malangan asli adalah bahasa yang kosakatanya diambil dari berbagai slenk di Malang, bukan hanya salah satu slenk sekitar Pasar Besar. Mungkin sedikit penjelasan ini ada manfaatnya untuk menjaga kemurnian bahasa slenk malang yang tidak hanya sekedar dibalik, yang bisa merusak boso malangan asli yang ciri-cirinya antara lain, bahasa Malangan itu bersifat dinamis,progresif, memiliki estetika sehingga tidak sedikit yang merupakan penghalusan bahasa dari yang terdengar kasar menjadi lebih halus, selain itu bahasa malangan yang asli tidak terikat pada struktur atau pola tertentu sebagaimana bahasa prokrem misalnya bahasa walikan yang polanya adalah membalik kata-kata.

Apabila Anda memahami Bahasa Malangan sebagai BAHASA WALIKAN,maka Anda pasti tidak akan mampu menjelaskan bagaimana misalnya (kata): Pelacur (selain: Nolab) menjadi ASAIB; Bohong menjadi Pesi atau Awad; Dia menjadi Wanyik; Uang menjadi Ojir/raijo; Istri menjadi Ndewor, Orangtua menjadi Ebes; Cantik menjadi Sarik; Mabuk (selain:Kubam) menjadi Hewot; Lari (selain:iral)menjadi Sarat; Alat kelamin pria (selain: ilep) menjadi Gentalo; persetubuhan menjadi Maya/Hayam/kuyas/sayuk; Kerja menjadi Idrek; Kantor menjadi Rontak; Jual menjadi Lawed; Celana menjadi Nalet; dsb. masih banyak lagi kosa kata yang tidak akan bisa dimengerti jika pakemnya hanya sekedar dibalik. Oleh karena itu, jangan pernah mengatakan bahwa Bahasa Khas Malang itu adalah bahasa walikan (dibalik) kecuali jika Anda memang ingin merusak bahasa malangan yang asli dan merusak estetikanya.

Oleh karena itu bahasa Malangan tidak sama dengan bahasa walikan: Tidak percaya? perhatikan contoh dibawah ini. misalnya:
Kata Pelacur apa akan anda balik rucalep? Atau misalnya Anda mendengar kata Asaib/kawaban kemudian Anda mencoba untuk membaliknya menjadi Biasa/nabawak, maka pasti Anda tidak akan mengerti dan tidak mampu menangkap masud dari kosakata asaib/kawaban tersebut. Kata curi apa akan Anda balik menjadi Iruc? atau (coba kata tilep ini Anda balik, pasti akan menjadi Pelit sehingga mempunyai arti yang sangat jauh berbeda;

NAH SAIKI TAMBAH JELAS KAN SAM? LEK BOSO MALANGAN IKU KADIT ODOP KARO BOSO WALIKAN. LEK UMAK SEK NGOTOT BOSO MALANGAN IKU ODOP KARO BOSO WALIKAN, NGGARAHI NGETARANI LEK UMAK KADIT ITRENG BOSO MALANGAN. TAPI AYAS NES KARO UMAK-UMAK AMOES/HEBAK SOALE UNYAP KEPEDULIAN KARO OSOB NGALAM, PALING GAK NDUDUHNO LEK SAM-SAM AMOES IKI PANCEN DUWE GETIH-E WONG MALANG ALIAS ADA DARAH ORANG MALANG YANG MENGALIR, BERARTI SAM-SAM AMOES IKI YO SELAIN NAWAK EWED OSI DISEBUT JUGA ARADES EWED. OYI?....SALAM LANEK.

CONTOH PERCAKAPAN BOSO (SLENK) MALANGAN:
1. "Bapakku membeli celana"= Ebes nganalku ukut nalet.(slenk). Jgn asal dibalik "celana" menjadi :analec".
2. "Wanita itu cantik (ayu) sayangnya dia seorang pelacur"= Kode(w) iku sarik, sayang wanyik asaib/nolab/kawaban" (slenk). Jgn asal dibalik; "cantik/ayu" menjadi "kitnac/uya"; "dia" menjadi "aid"; "pelacur" menjadi "rucalep".
3."Saya beli rokok"= Ayas ukut oker (slank). Jgn asal dibalik "rokok" menjadi " kokor"; "beli" menjadi "ileb" -- kata "ileb" jika diucapkan terdengar sama dengan kata "ilep" yang bisa salah tafsir dikira "gentalo" alias "kunam-e" genaro nganal.
4."Saya tidak punya uang"= Ayas kadit ojir. Jgn asal dibalik menjadi "Ayas kadit anyup ojir". Jika Anda ingin mengucapkan secara lengkap anda hrs mengucapkan dengan kalimat "Ayas kadit unyap (bukan anyup) ojir".
5."Bapaknya istriku seorang tentara"= "ebese ndeworku nenet/aranet. Jgn asal dibalik kata tentara menjadi "aratent". sehingga menjadi "Ebese ndeworku aratent".
6.dlsb. kapan2 saya tuliskan jauh lebih banyak lagi. 5 contoh di atas sekedar untuk membuktikan bahwa boso malangan tidak sama dengan boso walikan.

Spesial Nowus untuk nawak2:
1. Saiful Islam
2. Arif Aremanoise Nerazzuri
3. Maritha Giovenni
4. Arekmalang
5. Nawak2 liyane sing kadit osi ayas sebut utas...utas.

Ditulis Oleh : A Wahab Adhinegoro

Tuesday, June 22, 2010

Nobar In Cangkir Jawa with AKFB

Terima kasih dari AKFB

Terima kasih pihak pihak yg telah membantu Aremania Korwil Facebook dalam Tour de Batavia, Seribu kenangan, cerita, Susah senang Kita lewati bersama.

The dream Team, Yes, CHAMPIONE!!!

Bus legendaris juga, sejuta makna sejuta kenangan.


Sam yuli saat memimpin puluhan ribu Aremania di GBK.


Aremania in action


Terima kasih banyak pd pihak sponsor yg sudah bekerja sama dengan kami.


Supir legendaris yg selalu membawa hoki di perjalanan tour de batavia.


Back To Groub Aremania Korwil Facebook