Friday, October 29, 2010

ANTARA BIRU dan MERAH-PUTIH

Ayunan bandul zaman itu berayun kiri dan kanan tanpa henti disaksikan semua pasang mata anak manusia yang menjadi saksi hidup bergulirnya roda zaman. Sudah 82 tahun sejak saat itu, yaitu saat dimana pemuda-pemudi Indonesia berkumpul untuk mengikrarkan sumpah mereka yang menyatu dalam balutan semangat merah putih. Ikrar mereka untuk bumi pertiwi tersebut berbunyi Pertama :KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA. Kedua : KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA. Ketiga :KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA.Ketiga sumpah yang diikrarkan tersebut akan menjadi bagian dari hiasan mozaik zamrud khatulistiwa yang akan disaksikan oleh anak cucu kita kelak.


Banyak hal yang telah terjadi sejak saat itu berbagai geliat api muda diseluruh nusantara bergelora untuk menunjukkan bahwa pemuda masih ada dan bisa berbuat apa yang bisa mereka lakukan. Malang salah satunya, dikota ini lahir beragam pemuda dan pemudi yang kelak akan menjadi salah satu catatan perjuangan di buku perjuangan nama anak bangsa yang mengharumkan bangsa. Di kota ini terdapat satu ciri khas pemuda-pemudinya LUGAS apa adanya, itulah salah satu ciri khas pemuda malang. Banyak dari mereka yang telah mengarumkan negeri ini. Ambil salah satu contohnya. Sam anto baret dengan musik jalanannya yang terus berkiprah dan berkreasi di ibukota jakarta, Diva indonesia mbak krisdyanti dan yang paling fenomenal adalah perjuangan para kesatria biru Aremania untuk tim kebanggaan mereka yang telah menjadi rujukan semua supporter di Indonesia.


Sudah hampir seperempat abad kurang dua tahun Arema berdiri selisih 69 tahun dari perjuangan pemuda & pemudi Indonesia yang telah mengikrarkan sumpah merah-putih mereka. Lain halnya dengan Aremania mereka tak terikat sumpah atau semacamnya, mereka ada dengan rasa kebersamaan yang lahir begitu saja tak ada pemimpin maupun pemuka, mereka ada hanya untuk satu tujuan, satu kata dan satu jiwa AREMA. Kata orang ini adalah sinonim kata dengan chauvinisme yaitu paham nasionalime yang sempit yang berkutat di Malang saja. Akan tetapi kami Aremania memaknai cinta biru kami kepada AREMA bukan hanya dari sisi kebanggaan semata, kami cinta AREMA sebagai langkah awal kami sebagai generasi merah-putih untuk megharumkan nama bangsa. Kami mengharumkan nama bangsa dengan cara kami sendiri, yang jelas kami akan selalu berkreasi, berkontribusi nyata, berteriak, dan menarikan tarian mistis kami untuk AREMA. Biar semua pasang mata di penjuru dunia ini melihat kami Aremania yang menjadi catatan perjuangan biru AREMA yang tak lain dan tak bukan merupakan lembar-lembar buku perjuangan merah-putih yang kami dedikasikan untuk negeri yang sedang kehilangan jati dirinya ini. Kami memberikan warna pada jati diri kami sendiri, karena warna biru kami tak sama dengan biru kepunyaan manapun, Hijau rerumputan dan pepohonan kota kami bukan hijau sampah ibukota jawa timur. Kami punya makna tersendiri untuk memaknai sesuatu hal tapi yang jelassalam kami salam satu jiwa hanya untuk AREMA-INDONESIA(dr.Aremania.Sp.PD)



Tuesday, June 29, 2010

Bahasa Asli Arek Malang, Yang Merupakan Salah Satu Ciri Khas dan Kebanggaan Kota Malang

Salam Satu Jiwa. Arek-arek Malang (AREMA).

Dengan segala apresiasi dan pemahaman yang berbeda tentang osob malangan, ayas sing termasuk generasi rodok kewut (STW) merasa harus mengucapkan nowus nang nawak-nawak amoes/hebak. Paling tidak nawak-nawak ewud/unyap kepedulian terhadap perkembangan osob malangan sing paling nes/kipa sak ndunyo iki, soale selain osob malangan memiliki karakteristik yang sangat khusus dan langka serta tidak mempunyai pakem atau pola tertentu sebagaimana umumnya bahasa prokem. Kalau toh harus “membalik kosakata” ada syarat yang tidak tertulis tetapi sudah menjadi semacam kesepakatan sosial bahwa bahasa malangan tidak bisa sekedar dibalik, tetapi pembalikan itu harus memiliki nilai estetika – setidak-tidaknya enak didengar di telinga --,dan harus dapat diterima oleh mayoritas komunitas masyarakat Malang yang banyak memiliki daerah-daerah slenk, misalnya: Slengk Celaket, Slenk Kayutangan, slenk Sawahan, Slenk Tanjung, Slenk Kasin, Sleng sekitar Pasar Besar, Slenk Mergosono, Slenk Polehan, Slenk Jodipan, Slenk Bunul, dan masih banyak lagi slenk-slenk lainnya yang ada di wilayah Kabupaten dan Kota Batu yang sekarang kita kenal dengan Malang Raya.

Secara psikologis dan sosiologis, bahasa slenk (bukan bahasa walikan) Malangan mampu menyatukan jiwa dan semangat kera-kera ngalam baik yang ada di Malang maupun yang ada di perantauan, baik yang lahir di Malang maupun yang lahir di perantauan (diluar Malang). Salah satu sepesifikasi karakteristik boso malangan sering menjadi pemersatu dan menghilangkan segala permusuhan, terutama ketika sedang sama-sama berada perantauan, boso malangan bisa menjadi perekat persaudaraan, dan sudah seperti arades sendiri.

Dengan adanya karakteristik boso malangan yang demikian itulah mengapa “organisasi” tanpa bentuk yang bernama AREMA ini bisa berkembang sepanjang masa dan Arema berada di mana-mana serta selalu solid terutama dalam hal rasa persaudaraan. Ketika menyebut AREMA secara psikologis ada perasaan heroisme di dalam dada arek-arek Malang, sehingga mendorong adanya perasaan satu jiwa, satu nasib, satu tujuan, yang kemudian terjalin suatu persaudaraan secara ihlas. Semua itu berkas adanya bahasa pemersatu yaitu Boso Malangan yang kosakatanya banyak terbentuk dan lahir dari slenk-slenk yang ada di Malang Raya.

Kita pernah mendengar kata PUSURA (Putra Surabaya), tetapi gagal membentuk sebuah komunitas besar yang membumi dan meluas serta melewati batas-batas geografi, strata sosial, dan etnis, karena kelemahannya adalah Pusura tidak memiliki bahasa pemersatu sebagaimana yang terjadi pada Arek-arek Malang dengan bahasa slenk malangannya.
Satu lagi yang harus dipahami oleh nawak2 hebak, bahasa slenk Malangan sudah sangat populer pada awal tahun 1960-an. Pada saat saya masih kelas 1 SD Tahun 1966, saya sudah mulai diajari oleh kakak-kakak saya tentang bahasa slenk malangan, dan pada saat kelas 4 SD kami sudah sangat biasa dan akrab dalam berkomunikasi menggunakan bahasa slenk malangan. Jadi sangat tidak tepat jika bahasa slenk malangan ini dikatakan baru popoler pada tahun 1980-an, terutama yang beranggapan sejak adanya klub sepakbola Arema.

Jauh sebelum Klub Sepakbola Arema lahir, nama AREMA dan Bahasa Slenk Malangannya sudah menyebar di seantero Indonesia. Adalah karena kepiwaian Sang Jendral, panggilan populer dari bapak Acub Zaenal, ebes-e Sam Ikul memakai nama AREMA untuk dijadikan nama Klub Sepakbola yang sekarang kita kenal dengan nama AREMA INDONESIA. Sang Jendral sangat memahami karakteristik Arek-arek Malang sehingga dia dengan sangat yakin Klub Sepakbola yang diberi nama AREMA akan menjadi besar. Keyakinan Sang Jendral ternyata benar dan tepat. Oleh karena itu kita harus angkat topi dan menaruh hormat serta tetap menghargai jasa-jasa Sang Jendral dengan keluarganya, lepas dari segala plus-minusnya. Jangan pernah lupakan itu, bila kita memang benar-benar arek-arek Malang.

Sekarang kembali ke topik tentang boso slenk malangan yang tidak sama dengan boso walikan. Terlebih dahulu perlu ayas tegaskan bahwa apa yang ayas tulis ini bukanlah kebenaran mutlak, masih perlu banyak kritik dan sangat terbuka untuk dikritik. Namun demikian setidak-tidaknya inilah sing osi ayas sumbangno tentang boso slenk malangan untuk menjaga supaya boso malangan tetap sebagai bahasa yang memiliki krakteristik tersendiri, dinamis dan progresif, serta spesifik agar tidak mengalami polarisasi yang dapat merusak boso malangan, yang banyak orang senang sekaligus ngiri itu.
Nowus buat arif nerazzuri, umak meleg nglurusno kesalahkaprahan nawak-nawak sing ngiro osob malangan iku osob kiwalan atau sing ngiro asal-usule osob malangan iku asline osob walikan kemudian mengalami perubahan. ayas tegaskan boso malangan kadit….. sekali lagi...... kadit odop dengan boso walikan baik sekarang maupun awal sejarahnya dulu. Memang sebagaian besar bahasa malangan banyak berupa bahasa walikan, bahasa ini lebih banyak diadobsi dari slenk sekitar Pasar Besar sebagai cikal bakal munculnya boso walikan. Biarkan bahasa walikan tetap menjadi bahasa slenk sekitar Pasar Besar, hanya bahasa-bahasa walikan yang telah diterima dan digunakan secara luas oleh komunitas arek-arek Malang yang bisa dikatakan sebagai bahasa malangan, selebihnya biar tetap menjadi bahasa slenk masing-masing.

Bahasa Malangan asli adalah bahasa yang kosakatanya diambil dari berbagai slenk di Malang, bukan hanya salah satu slenk sekitar Pasar Besar. Mungkin sedikit penjelasan ini ada manfaatnya untuk menjaga kemurnian bahasa slenk malang yang tidak hanya sekedar dibalik, yang bisa merusak boso malangan asli yang ciri-cirinya antara lain, bahasa Malangan itu bersifat dinamis,progresif, memiliki estetika sehingga tidak sedikit yang merupakan penghalusan bahasa dari yang terdengar kasar menjadi lebih halus, selain itu bahasa malangan yang asli tidak terikat pada struktur atau pola tertentu sebagaimana bahasa prokrem misalnya bahasa walikan yang polanya adalah membalik kata-kata.

Apabila Anda memahami Bahasa Malangan sebagai BAHASA WALIKAN,maka Anda pasti tidak akan mampu menjelaskan bagaimana misalnya (kata): Pelacur (selain: Nolab) menjadi ASAIB; Bohong menjadi Pesi atau Awad; Dia menjadi Wanyik; Uang menjadi Ojir/raijo; Istri menjadi Ndewor, Orangtua menjadi Ebes; Cantik menjadi Sarik; Mabuk (selain:Kubam) menjadi Hewot; Lari (selain:iral)menjadi Sarat; Alat kelamin pria (selain: ilep) menjadi Gentalo; persetubuhan menjadi Maya/Hayam/kuyas/sayuk; Kerja menjadi Idrek; Kantor menjadi Rontak; Jual menjadi Lawed; Celana menjadi Nalet; dsb. masih banyak lagi kosa kata yang tidak akan bisa dimengerti jika pakemnya hanya sekedar dibalik. Oleh karena itu, jangan pernah mengatakan bahwa Bahasa Khas Malang itu adalah bahasa walikan (dibalik) kecuali jika Anda memang ingin merusak bahasa malangan yang asli dan merusak estetikanya.

Oleh karena itu bahasa Malangan tidak sama dengan bahasa walikan: Tidak percaya? perhatikan contoh dibawah ini. misalnya:
Kata Pelacur apa akan anda balik rucalep? Atau misalnya Anda mendengar kata Asaib/kawaban kemudian Anda mencoba untuk membaliknya menjadi Biasa/nabawak, maka pasti Anda tidak akan mengerti dan tidak mampu menangkap masud dari kosakata asaib/kawaban tersebut. Kata curi apa akan Anda balik menjadi Iruc? atau (coba kata tilep ini Anda balik, pasti akan menjadi Pelit sehingga mempunyai arti yang sangat jauh berbeda;

NAH SAIKI TAMBAH JELAS KAN SAM? LEK BOSO MALANGAN IKU KADIT ODOP KARO BOSO WALIKAN. LEK UMAK SEK NGOTOT BOSO MALANGAN IKU ODOP KARO BOSO WALIKAN, NGGARAHI NGETARANI LEK UMAK KADIT ITRENG BOSO MALANGAN. TAPI AYAS NES KARO UMAK-UMAK AMOES/HEBAK SOALE UNYAP KEPEDULIAN KARO OSOB NGALAM, PALING GAK NDUDUHNO LEK SAM-SAM AMOES IKI PANCEN DUWE GETIH-E WONG MALANG ALIAS ADA DARAH ORANG MALANG YANG MENGALIR, BERARTI SAM-SAM AMOES IKI YO SELAIN NAWAK EWED OSI DISEBUT JUGA ARADES EWED. OYI?....SALAM LANEK.

CONTOH PERCAKAPAN BOSO (SLENK) MALANGAN:
1. "Bapakku membeli celana"= Ebes nganalku ukut nalet.(slenk). Jgn asal dibalik "celana" menjadi :analec".
2. "Wanita itu cantik (ayu) sayangnya dia seorang pelacur"= Kode(w) iku sarik, sayang wanyik asaib/nolab/kawaban" (slenk). Jgn asal dibalik; "cantik/ayu" menjadi "kitnac/uya"; "dia" menjadi "aid"; "pelacur" menjadi "rucalep".
3."Saya beli rokok"= Ayas ukut oker (slank). Jgn asal dibalik "rokok" menjadi " kokor"; "beli" menjadi "ileb" -- kata "ileb" jika diucapkan terdengar sama dengan kata "ilep" yang bisa salah tafsir dikira "gentalo" alias "kunam-e" genaro nganal.
4."Saya tidak punya uang"= Ayas kadit ojir. Jgn asal dibalik menjadi "Ayas kadit anyup ojir". Jika Anda ingin mengucapkan secara lengkap anda hrs mengucapkan dengan kalimat "Ayas kadit unyap (bukan anyup) ojir".
5."Bapaknya istriku seorang tentara"= "ebese ndeworku nenet/aranet. Jgn asal dibalik kata tentara menjadi "aratent". sehingga menjadi "Ebese ndeworku aratent".
6.dlsb. kapan2 saya tuliskan jauh lebih banyak lagi. 5 contoh di atas sekedar untuk membuktikan bahwa boso malangan tidak sama dengan boso walikan.

Spesial Nowus untuk nawak2:
1. Saiful Islam
2. Arif Aremanoise Nerazzuri
3. Maritha Giovenni
4. Arekmalang
5. Nawak2 liyane sing kadit osi ayas sebut utas...utas.

Ditulis Oleh : A Wahab Adhinegoro

Tuesday, June 22, 2010

Nobar In Cangkir Jawa with AKFB

Terima kasih dari AKFB

Terima kasih pihak pihak yg telah membantu Aremania Korwil Facebook dalam Tour de Batavia, Seribu kenangan, cerita, Susah senang Kita lewati bersama.

The dream Team, Yes, CHAMPIONE!!!

Bus legendaris juga, sejuta makna sejuta kenangan.


Sam yuli saat memimpin puluhan ribu Aremania di GBK.


Aremania in action


Terima kasih banyak pd pihak sponsor yg sudah bekerja sama dengan kami.


Supir legendaris yg selalu membawa hoki di perjalanan tour de batavia.


Back To Groub Aremania Korwil Facebook

Tuesday, March 2, 2010

Kandang Singa Yang Tak Lagi Biru

Sore itu, 24 januari 2010, laga kandang pertama Arema di kanjuruhan setelah Aremania terbebas dari sanksi 2 tahun tidak boleh memakai atribut yang ditetapkan oleh PSSI. Suasana stadion saat itu tidak begitu penuh tetapi cukup ramai, mungkin karena hujan deras yang mengguyur malang saat itu membuat para penonton mengurungkan niat untuk menyaksikan pertandingan tersebeut secara langsung. begitu memasuki stadion, suasananya ternyata tak seperti yang diharapkan, pada awalnya harapan itu adalah kanjuruhan menjadi biru seperti sebelum terkena sanksi dari PSSI, tetapi yang terjadi adalah sore itu kanjuruhan menjadi berwarna-warni. ada yang menggunakan kaos merah, putih, hitam biru, dan lainnya (bukan hijau pastinya!)
Apa yang terjadi dengan kanjuruhan sekarang?
Kemana warna biru yang biasanya selalu mendampingi Arema saat bermain dulu?
Sungguh sangat miris melihat kanjuruhan sekarang, bukan karena sepinya Aremania yang datan, tetapi karena hilangnya semangat biru yang telah lama hidup di hati Arema dan Aremania. Warna biru yang menjadi saksi perjuangan Arema sejak 11 Agustus 1987,telah berganti dengan warna - warna lain yang tidak jelas.
Ayo kita kembalikan Biru ke stadion Kanjuruhan!!

Monday, March 1, 2010

Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Aremania Korwil Facebook

ANGGARAN DASAR
BAB I
NAMA, ASAS, KEDUDUKAN DAN LAMBANG

PASAL 1
NAMA
Organisasi ini bernama Aremania Korwil Facebook.

PASAL 2
ASAS
Organisasi ini berasaskan satu jiwa.


PASAL 3
KEDUDUKAN
Organisasi in berkedudukan di jejaring sosial “facebook” dan bersekretariatan di Jl. Jaksa Agung Suprapto 4a No.187 Kec. Rampal, Celaket, Malang, Jawa Timur.


PASAL 4
LAMBANG
Lambang organisasi ini berupa huruf “f” kecil yang di dalamnya tertulis “Aremania” dan di kelilingi bidang persegi warna biru yang sisinya tumpul.

BAB II
VISI DAN MISI
PASAL 5
VISI
Visi korwil :
Mewujudkan sebuah korwil aremania yang social profesional , loyal dan peduli terhadap arema dan aremania.

PASAL 6
MISI
Misi korwil :
Menghimpun, membina, dan mengarahkan segenap potensi aremania.
Ikut berpartisipasi aktif dalam program kerja PT. Arema Indonesia.
Memprakarsai Dana Abadi Arema Dari Aremania.
Menjalin komunikasi dengan korwil-korwil lain.

BAB III
KEANGGOTAAN
PASAL 7
KEANGGOTAAN
Semua aremania dapat bergabung dengan korwil ini.

BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
PASAL 8
STRUKTUR ORGANISASI
Struktur organisasi korwil ini adalah sebagai berikut :
Musyawarah Besar Korwil (MBK).
Dewan Penasehat Korwil (DPK).
Badan Pengurus Harian (BPH).

PASAL 9
MUSYAWARAH BESAR KORWIL
Musyawarah Besar Korwil (MBK) adalah kekuasaan tertinggi korwil dengan wewenang untuk :
Memilih dan mengangkat Badan Pengurus Harian (BPH).
Menerima atau menolak pertanggung jawaban Badan Pengurus Harian (BPH).
Memberikan rekomendasi yang di anggap perlu.

PASAL 10
DEWAN PENASEHAT KORWIL
Dewan Penasehat Korwil adalah lembaga tertinggi korwil sebanyak-banyaknya lima orang yang di pilih dalam MBK.

PASAL 11
BADAN PENGURUS HARIAN
Badan Pengurus Harian (BPH) adalah badan tertinggi korwil sekurang-kurangnya beranggotakan sebagai berikut :
Seorang ketua korwil.
Seorang wakil ketua korwil.
Dua orang sekertaris.
Dua orang bendahara.
Divisi-divisi yang dianggap perlu.

BAB V
SUMBER KEUANGAN
PASAL 12
SUMBER KEUANGAN
Keuangan korwil terdiri dari sumber-sumber berikut :
Sumbangan dan hibah dari aremania.
Usaha yang di jalankan Aremania Korwil Facebook.
Iuran wajib anggota biru
BAB VI
PERATURAN
PASAL 13
PERUBAHAN ANGGARAN DASAR
Permintaaan perubahan Anggaran Dasar berikut alasan-alasanya kepada DPK untuk di agendakan dalam MBK. Pengubahan di anggap sah apabila di setujui oleh dua per tiga anggota MBK yang hadir.

PASAL 14
HUBUNGAN DAN KERJASAMA
Korwil berhubungan baik dan kerjasama dengan aremania.

PASAL 15
PEMBUBARAN KORWIL
Korwil hanya dapat di bubarkan oleh MLB yang khusus di laksanakan untuk itu.
MLB tersebut di nyatakan sah apabila di hadiri sekurang-kurangnya dua pertiga dari jumlah peserta yang hadir dalam acara itu, sedangkan keputusanya di anggap sah.
Apabila terjadi pembubaran maka semua hak milik korwil di hibahkan kepada panti asuhan di malang raya yang dilakukan oleh panitia pembubaran korwil yang dibentuk oleh MLB.

BAB VII
ATURAN PENUTUP
PASAL 16
PENGESAHAN ANGGARAN DASAR
Anggaran dasar ini untuk pertama kalinya dirancang oleh Musyawarah Badan Pendiri Korwil, dan berlaku sejak Musyawarah Besar Korwil pertama, yang untuk selanjutnya disempurnakan dan di sahkan dalam forum tersebut.



ANGGARAN RUMAH TANGGA
AREMANIA KORWIL FACEBOOK

BAB I
KEANGGOTAAN
PASAL 1
KEANGGOTAAN
Seluruh aremania.
Setuju dengan visi dan misi korwil.
Mengajukan permohonan sebagai anggota korwil facebook kepada BPH.
Melaksanakan kewajiban-kewajiban dan menerima hak-hak keanggotaan

PASAL 2
TATACARA PENDAFTARAN ANGGOTA
Menyerahkan persyaratan anggota melalui BPH dengan mekanisme yang ditentukan BPH.

PASAL 3
JENIS-JENIS KEANGGOTAAN
Anggota Putih, yaitu anggota-anggota yang telah bergabung digrup Aremania Korwil Facebook secara otomatis menjadi anggota korwil dan tidak memiliki hak dan kewajiban.
Anggota Merah, yaitu anggota yang telah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota korwil.


Anggota Biru, yaitu anggota yang telah mengajukan permohonan untuk menjadi anggota korwil yang berkewajiban memberikan iuran setiap bulan.

PASAL 4
HAK-HAK ANGGOTA
Hak anggota putih:
Hak ikut mengikuti acara resmi.
Hak-hak Anggota Merah adalah sebagai berikut :
Hak mendapatkan id card berwarna merah
Hak ikut dalam acara-acara resmi korwil.
Hak mengajukan saran dan usul.


Hak untuk mendapatkan tiket pertandingan home arema sesuai harga loket.
Hak-hak Anggota Biru adalah sebagai berikut :
Hak mendapatkan id card berwarna biru.
Hak ikut dalam acara-acara resmi korwil.
Hak mengajukan saran dan usul.
Hak untuk mendapatkan tiket pertandingan home arema sesuai harga loket.

PASAL 5
KEWAJIBAN ANGGOTA
Dalam segala aktivitasnya senantiasa berdasarkan perspektif nilai-nilai dan kebenaran universal, menghadapi dan melakukan pembelaan dengan cara yang di benarkan sejauh kemampuanya terhadap segala usaha yang mendiskreditkan prinsip-prinsip korwil.
Bekerja keras memperkokoh kedudukan korwil, mewujudkan tujuan visi-misi, dan program-programnya, komitmen dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangganya dalam sikap dan perilakunya.
Berusaha bersungguh-sungguh menyatukan seluruh elemen aremania dan memantapkan hubungan persaudaran diantara mereka.
Membiasakan bermusyawarah sebagai kepribadian, menghormati pendapat orang lain, komitmen dengan keputusan mayoritas, melaksanakan keputusan-keputusan ketua, program yang telah di tetapkan dan mematuhinya selama tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip korwil.
Berusaha memperkuat hubungan dan bekerja sama untuk memperoleh dukungan aremania untuk menghindari sikap, perkataan atau perbuatan yang bertentangan dengan tujuan korwil.
Menjalankan, menjaga dan bertanggung jawab terhadap amanah yang dipercayakan kepadanya baik berupa penugasan, barang, ataupun uang dan kepemilikan umum lainya.
Setiap anggota biru berkewajiban memberikan iuran dengan nominal yang telah ditentukan, setiap bulannya.


PASAL 6
GUGURNYA KEANGGOTAAN
Mengundurkan diri.
Meninggal dunia.
Pemberhentian anggota tidak di benarkan kecuali dengan keputusan BPH atas persetujuaan DPK, jika terjadi hal-hal sebagai berikut : tidak memenuhi kewajiban anggota atau salah satu syarat keanggotaan perubahan loyalitas atau afiliasa ke organisasi lain yang tidak sejalan dengan misi korwil, baik secara individu atau kelompok atau hal-hal menurut Dewan Pertimbangan Korwil dan Badan Pengurus Harian dianggap sebagai alasan untuk menghentikanya sesuai norma yang berlaku dilingkungan korwil.

BAB II
MUSYAWARAH BESAR KORWIL
PASAL 7
MUSYAWARAH BESAR KORWIL
Musyawarah besar korwil di selengarakan satu kali dalam dua tahun dengan peserta sebagai berikut :
Para anggota Dewan Penasehat Korwil.
Anggota biru, merah dan putih aremania korwil facebook.


PASAL 8
TUGAS MUSYAWARAH BESAR KORWIL
Musyawarah Besar Korwil (MBK) merupakan kekuasaan tertinggi dalam korwil dengan tugas sebagai berikut :
Menetapkan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga dan amandemennya.
Memilih, menetapkan dan mengangkat Badan Pengurus Harian dengan jalan memilih Ketua Umum sebagai formateur dan memilih 3 mid formateur
Menerima dan atau menolak laporan pertanggungjawaban BPH.
Mengambil keputusan-keputusan strategis dan rekomendasi lain yang diperlukan.

PASAL 9
PENYELENGARAAN MUSYAWARAH BESAR KORWIL
Musyawarah Besar Korwil diselenggarakan dengan membentuk kepanitiaan oleh Dewan Penasehat Korwil yang setidak-tidaknya terdiri dari :
Seorang ketua yang berasal dari anggota biru.
Seorang wakil ketua yang berasal dari anggota biru.
Seorang sekretaris berasal dari anggota biru.
Keputusan-keputusan MBK bersifat mengikat terhadap divisi-divisi serta anggota secara keseluruhan.

PASAL 10
MUSYAWARAH LUAR BIASA
Musyawarah Luar Biasa Korwil yang selanjutnya disebut MLB adalah Musyawarah Besar Korwil (MBK) yang dilaksanakan apabila ada hal-hal yang bertentangan dengan AD/ ART.
MLB diadakan apabila :
Ketua korwil mengundurkan diri.
Ketua korwil berhalangan tetap.
MLB dilaksanakan atas permintaan 2/3 angota DPK dan 2/3 anggota BPH.

BAB III
DEWAN PENASEHAT KORWIL
PASAL 11
ANGGOTA DEWAN PENASEHAT KORWIL
Anggota Dewan Penasehat Korwil sebanyak-banyaknya lima orang dengan syarat keanggotaan sebagai berikut :
Mendukung visi dan misi korwil
Melaksanakan asas dan tujuan korwil.
Bersifat amanah, berwibawa dan berwawasan luas.


PASAL 12
TUGAS DEWAN PENASEHAT KORWIL
Dewan Penasehat Korwil adalah lembaga korwil yang bertugas dan bertangung jawab atas hal-hal berikut :
Mengarahkan dan mengawasi pelaksanaan keputusan-keputusan dan rekomendasi MBK.
Membantu mengarahkan penentuan sikap dalam musyawarah korwil terhadap permasalahan-permasalahan umum di tubuh Arema Indonesia dan pengelola PT. Arema Indonesia.

Mendiskusikan langkah-langkah yang terarah untuk melaksanakan program kerja korwil (strategis), keputusan-keputusan dan rekomendasi MBK.

PASAL 13
MUSYAWARAH DEWAN PENASEHAT KORWIL
Dewan Penasehat Korwil menyelenggarakan Musyawarah atas undangan ketua atau permintaan sepertiga anggota, hal itu dihadiri oleh semua anggota dan keputusan dianggap sah jika disetujui oleh lebih dari setengah anggota.

BAB IV
BADAN PENGURUS HARIAN
PASAL 14
TUGAS BADAN PENGURUS HARIAN
Badan Pengurus Harian adalah lembaga esksekutif langsung dalam Aremania Korwil Facebook dan bertugas serta bertanggung jawab atas hal-hal berikut :
Melaksanakan kebijakan-kebijakan umum yang ditetapkan oleh MBK.

Menyusun program kerja yang telah disetujui anggota kemudian diajukan kepada DPK.
Memusyawarahkan kepada anggota untuk menentukan sikap dalam permasalahan - permasalahan didalam tubuh PT. Arema Indonesia.
Menyusun anggaran per periode kepengurusan dan kebijakan keuangan serta investasi yang diarahkan pada pengembangan sumber - sumber keuangan korwil, memimpin pelaksanaanya setelah ditetapkan oleh DPK.
Mengajukan laporan kerja setiap empat bulan kepada DPK dan anggota.


PASAL 15
MUSYAWARAH BADAN PENGURUS HARIAN
Badan Pengurus Harian menyelenggarakan Musyawarah bila diperlukan atas undangan ketua umum atau permintaan dari sepertiga anggota. Hal itu dihadiri oleh mayoritas mutlak

PASAL 16
PENUTUP
Demikianlah anggaran rumah tangga ini dibuat sebagai koridor bagi acuan Aremania Korwil Facebook selanjutnya, segala hal yang belum diatur dalam anggaran rumah tangga ini, akan diatur kemudian.

Monday, February 22, 2010

Memalukan!

Memalukan!satu kata itulah yang patut dialamatkan kepada para pemain persebaya. Bagaimana tidak?di saat ribuan aremania sudah berusaha bersabar menunggu di luar stadion kanjuruhan karena tidak mendapat tiket,pemain persebaya malah melakukan provokasi kepada mereka. Provokasi tersebut dilakukan oleh salah seorang pemain persebaya yang diangkut mobil rantis dengan mengacungkan jari tengahnya kepada ribuan aremania melalui kaca jendela kendaraan tersebut. Kontan saja,ribuan aremania tersulut emosinya,tapi untungnya,tidak ada aksi anarkis yang terjadi. Aremania membalas aksi tersebut hanya dengan nyanyian dan lemparan bunga ke arah mobil yang mengangkut pemain persebaya. Tidak jelas siapakah yang melakukan aksi provokasi tersebut karena hanya tangan pemain tersebut yang terlihat melalui kaca,tapi yang pasti,aksi tersebut sangat memalukan apalagi dilakukan seorang pemain profesional.

Wednesday, February 17, 2010

Lawan Persebaya Jadi Fokus Utama Aremania dan Panpel

Malang (beritajatim.com) - Laga Derby Jawa Timur antara Arema Indonesia melawan Persik Kediri Kamis (18/02/2010) besok dan Persebaya Surabaya Minggu (21/02/10) lusa, rupanya disambut serius ratusan Koordinator Wilayah Aremania se Malang Raya.

Meski besok sore Arema Indonesia ditantang Tim Macan Putih Persik Kediri, rupanya fokus utama pertandingan Derby Jawa Timur itu, diperuntukkan bagi seteru abadi Arema, Persebaya Surabaya.

Hal itu terlihat saat konsolidasi para korwil Aremania dengan Polres Malang, Rabu (17/02/10) siang. Bertempat di ruang executive Polres Malang, ratusan korwil Aremania itu disambut langsung oleh Wakapolres Malang, Kompol Anjar Gautama Putra, Kabag Bina Mitra Polres Malang, Kompol Imam Rofiq, serta Kasatlantas Polres Malang, AKP Yuli Purnomo. Sedang Panpel Arema sendiri diwakili oleh M Muklis.

Pada rapat konsolidasi itu, mereka rupanya lebih terfokus pada pertandingan saat Arema Indonesia ditantang Persebaya. Pada konsolidasi itu, setiap korwil Aremania diberi kesempatan mengemukakan pendapatnya. Termasuk, melakukan dialog langsung dengan para aparat Kepolisian dan juga pihak Panitia Pelaksana Pertandingan Arema.

"Saya usul Pak, kalau bisa, keluarga petugas keamanan dan juga panpel yang bertugas, jangan diberi kelonggaran masuk ke stadion tanpa membeli tiket. Karena selama ini, banyak sekali kami Aremania melihat itu. Hal inilah yang membuat kapasitas stadion jadi overload. Padahal, banyak Aremania yang sudah terlanjur membeli tiket dan tidak bisa masuk ke dalam stadion karena kapasitas sudah penuh sesak," kata salah seorang Korwil Aremania yang disambut aplaus rekan-rekannya.

Mendengar pertanyaan itu, Kabag Bina Mitra Polres Malang, Kompol Imam Rofiq langsung bereaksi. Menurutnya, pada pertandingan lawan Persebaya nanti, ia akan memantau langsung anak buahnya di lapangan. Ia sebenarnya sudah menginstruksikan hal itu berulang-ulang pada anak buahnya yang akan mengamankan jalannya pertandingan saat apel digelar.

"Saya sudah berkali-kali memberikan instruksi agar jangan ada keluarga petugas yang masuk tanpa membeli tiket. Apalagi menggratiskannya. Karena itu, saat pertandingan nanti ada petugas dinas yang memasukkan keluarga atau kenalannya, saya akan tindak tegas," kata Rofiq.

Rofiq juga mengatakan, untuk mengamankan jalannya pertandingan saat Arema ditantang Persebaya nanti, adalah supaya semua Aremania bisa ikut membantu menciptakan suasana kondusif dan nyaman. Termasuk, ikut mengawasi setiap individu di sekitarnya. Jika ada yang ingin berbuat hal-hal merugikan, secepatnya memberitahu petugas keamanan.

Sementara itu, M Muklis yang mewakili Panpel Arema juga menjelaskan, antisipasi jelang pertandingan klasik Arema lawan Persebaya nanti, Panpel kemungkinan akan membeber beberapa layar lebar langsung di sudut depan Stadion Kanjuruhan. "Terima kasih pertanyaannya. Soal overload penonton dan jika ada yang tidak bisa masuk nanti, mungkin kami berencana akan memasang layar lebar," kata M Muklis.

Dilain sisi, Surtato, dedengkot para koordinator Aremania yang punya wilayah Koorwil Aremania Bululawang menegaskan, konsolidasi ini penting dilakukan untuk menyambut laga derby Jawa Timur yang sangat ditunggu-tunggu.

"Konsolidasi ini untuk membangun komunikasi antara panpel, polisi dan Aremania saja. Agar saat pertandingan berlangsung, semua pihak bisa saling bekerja sama menciptakan rasa aman dan nyaman dalam setiap pertandingan sepakbola. Terlebih, yang akan dihadapi Arema nanti adalah Persebaya. Kalau soal lawan Persik sih, saya kira tidak seberapa dan itu biar polisi saja yang nangani," ungkap lelaki yang seluruh tangannya dipenuhi lukisan tato bercorak indah itu.

"Kita fokus pada pertandingan lawan Persebaya. Soal lawan Persik, masih saya kira biasa-biasa saja. Termasuk, berapa jumlah petugas keamanan yang akan diturunkan saat lawan Persebaya nanti, masih akan kita rapatkan lagi," jawab Wakapolres Malang, Kompol Anjar Gautama Putra. [yog/kun]